08119961979 [email protected]

Pasir merupakan salah satu agregat halus pada bahan baku beton. Besaran percepatan maksimum pasir yang ditetapkan adalah 4,7 mm sesuai standarisasi SNI 02-6820-2002. Tidak boleh lebih dari 5 mm.

Dengan demikian pasir yang digunakan bisa dari alam atau dari pecahan batu yang dihasil oleh para pemecah batu.

Di lain sisi, agregat halus menurut SNI 1737-1989-F adalah berupa kumpulan butiran batu pecah, pasir, kerikil dan aneka mineral yang lain. Entah itu bagian dari hasil alam maupun buatan manusia.

Yang jelas pasir merupakan bebatuan yang sudah dihaluskan. Besaran butiran pasir kurang lebih 0,14 hingga 5 mm.

Biasanya diperoleh dari hasil disintegrasi bantuan alam, bisa juga dengan alat pemecah batu. Pasir digunakan sebagai bahan adukan, sehingga agregat halus ini harus diamati di lapangan.

Dari segi ukuran butiran pasir telah diklasifikasi menjadi dua kelompok, diantaranya agregat halus dan agregat kasar.

  1. Agregat halus adalah agregat yang dimana butir-butir secara keseluruhan dapat menembus lubang ayakan berukuran 4,75mm, 4,8 mm atau 5,0 mm.
  2. Agregat kasar merupakan agregat yang butir-butirnya tidak mampu tembus atau tertinggal pada lubang ayakan berukuran 4,75mm, 4,8 mm atau 5,0 mm.

Menurut SNI 03-6821-2002, terdapat beberapa persyaratan agregat halus yang harus dipenuhi sesuai standar prosedur, sebagai berikut:

  • Agregat halus memiliki butiran yang teksturnya keras dan tajam
  • Butiran halus harus memiliki sifat kekal, yaitu tidak mudah hancur atau pecah akibat cuaca ekstrim. Pembuktian dari sifat kekal tersebut dapat dilakukan dengan pengujian menggunakan larutan jenuh garam.
  • Agregat halus sangat ditekankan untuk tidak memiliki kandungan lumpur sebesar 5% pada berat kering. Apabila telah melampaui kadar kandungan tersebut, maka pasir wajib dicuci terlebih dahulu.

Gradasi agregat merupakan suatu distribusi ukuran butiran pada agregat. Volume pori akan membesar apabila butir-butir agregat seragam.

Berbeda halnya jika ukuran yang dimiliki butiran tersebut bervariasi, maka volume pori akan menjadi kecil.

Tak lain hal tersebut disebabkan butiran kecil mengisi pori pada butiran besar. Wajar jika pori-porinya menjadi sedikit. Dalam arti lain memiliki tingkat kepadatan yang tinggi.

Jika volume pori-porinya mengecil, ada baiknya bahan penguat yang diperlukan juga sedikit. Tingkat kekasaran pasir menurut gradasinya telah dikelompokkan menjadi 4, berdasarkan SK SNI SNI T-15-1990-03.

  • Pasir halus
  • Pasir agak halus
  • Pasir agak kasar
  • Pasir kasar
Subscribe To Our Newsletter

Subscribe To Our Newsletter

Join our mailing list to receive the latest news and updates from our team.

You have Successfully Subscribed!

Mulai 87.500/Meter
BELI SEKARANG