08119961979 [email protected]

Sudah kita bahas pada artikel sebelumnya mengenai apa saja bahan baku dalam penbuatan beton sesuai SNI. Kali ini PT Dk Beton akan menjelaskan mengenai Batu Beton.

Batu Beton Merupakan salah satu material yang paling banyak dipakai di beberapa daerah. Dalam istilah SNI batu beton juga dinamakan dengan agregat kasar. Hal ini dikarenakan pada beton memiliki kandungan berupa batu pecah atau kerikil yang berfungsi untuk material agregat kasar.

Pemilihan batuannya sendiri terdiri dari batuan alam utuh yang kemudian dipecah menjadi kecil-kecil. Secara umum batuan tersebut dipungut dari sungai-sungai. Ada juga bebatuan granit yang sudah dipecahkan. Volume dari kerikil tersebut kurang lebih 2 mm hingga 75 mm.

Tidak hanya berfungsi sebagai bahan campuran beton, agregat kasar berupa kerikil ini juga dimanfaatkan pada proyek infrastruktur badan jalan sekaligus sebagai campuran batu pada sirtu.

Batu kerikil telah di kategorisasi ke dalam tiga kelompok, diantaranya kerikil sungai, kerikil galian dan kerikil pantai. Pada kerikil pantai dan kerikil sungai terdapat sejumlah zat zat yang telah berkombinasi.

Tekstur permukaan nya cenderung licin dengan bentuknya yang bulat. Sementara pada kerikil galian, memiliki kandungan sejumlah zat diantaranya debu, tanah liat, pasir dan beragam zat organik lainnya.

Usut punya usut, penggunaan kerikil ketiga alam tersebut mampu memberikan kualitas ikatan adukan yang semakin membaik. Berikut ini beragam varian batu kerikil yang mudah untuk dikenali.

  • Kerikil murni
  • Kerikil gunung
  • Kerikil teluk
  • Kerikil pantai
  • Kerikil sungai
  • Kerikil tepi
  • Kerikil piemonte
  • Kerikil tumbukan
  • Cadas tumbukan

Kricak merupakan penamaan lain dari material batu pecah, merupakan salah satu agregat kasar yang didapatkan dari bebatuan alam yang sudah dipecah. Biasanya kricak memiliki ukuran 5 hingga 70 mm.

Mesin pemecah batu merupakan salah satu alat yang digunakan pada proses penggilingan material ini. Kini batu beton telah tersebar ke dalam variasi yang beraneka ragam, sehingga hal ini akan memudahkan anda untuk menyesuaikan pada tingkat kebutuhan proyek tertentu. Khususnya ketika anda terlibat dalam konstruksi infrastruktur publik.

Penerapan batu split pada beton dibedakan dalam beberapa tipe berdasarkan ukurannya yang kini tersedia di pasaran, diantaranya 1 hingga 2 cm, 2 hingga 3 sentimeter serta 3 hingga 4 cm.

Misal, apabila anda akan melakukan pengerjaan konstruksi pada bangunan tiang atau kolom cor beton yang berukuran 30 cm x 30 cm atau 20 cm x 30 cm. Maka, batu pecah yang harus anda gunakan adalah 3 hingga 4 cm.

Akan tetapi bila anda melakukan pekerjaan cor kolom praktis dengan ukuran hanya 10 cm x 10 cm, sangat direkomendasikan untuk menggunakan batu pecah berukuran paling kecil, yakni 1 hingga 2 cm.

Berdasarkan klasifikasi ukuran batu beton jenis kricak, didapatlah beberapa poin berikut ini.

  • Kricak halus, memiliki ukuran 5 hingga 10 mm
  • Kricak sedang, memiliki ukuran 10 hingga 20 mm
  • Kricak kasar, memiliki ukuran 20 hingga 40 mm
  • Kricak kasar sekali, memiliki ukuran 40 hingga 70 mm
Subscribe To Our Newsletter

Subscribe To Our Newsletter

Join our mailing list to receive the latest news and updates from our team.

You have Successfully Subscribed!

Mulai 87.500/Meter
BELI SEKARANG